Paid Kaung, Why? or Why not? Konsep Ketuhanan Dalam Agama Hindu Membangun Keluarga yang Bhawantu Sukhinah Impersonal God Kepemimpinan Hindu

02 January 2011

Aplikasi Brata Siwaratri Dalam Kehidupan Sehari-hari


Aplikasi Brata Siwaratri
Dalam Kehidupan Sehari-hari
Oleh : I Gede Manik, S.Ag, Badung
Hari Raya Siwaratri merupakan hari raya berdasarkan atas pranata masa yang dirayakan setiap setahun sekali. Tepatnya jatuh pada Purwaning Tilem Kepitu. Untuk tahun ini Malam Siwaratni jatuh pada tanggal 3 Januari 2011. Han suci Siwaratri sangat identik dengan begadang semalam suntuk serta cerita Lubdhaka yang dikarang oleh Empu Tanakung.
Difinisi Siwaratri menurut Ketut Sukartha dan kata “Siwaratri” berasal Siwa dan Ratri. Siwa artinya Puncak dan Ratri artinya malam. Siwaratri berarti puncak malam. Sedangkan difinisi menurut Tjok Rai Sudharta “Siwaratri artinya malam Siwa. Siwa berasal dari bahasa sansekerta yang artinya baik hati, suka memaafkan, memberi harapan dan membahagiakan. Dalam hal ini kata Siwa adalah sebuah gelar terhadap menifestasi Ida Sang Hyang Widi Wasa yang diberi nama gelar kehormatan “Dewa Siwa” yang berfungsi sebagai pemralina atau pelebur. Ratri artinya malam. Malam disini maksudnya kegelapan. Jadi Siwaratri artinya malam untuk melebur kegelapan hati menuju jalan yang terang.
Hari Siwaratri menyimpan makna serta simbul yang sangat mendalam sebagai bahan renungan yang tak pernah habis untuk dikaji. Tidak cukup hanya dengan prosesi ritualitas semata, melainkan harus dipahami makna-makna yang terkandung didalamnya. Dengan adanya pemahaman yang benar serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka hari suci keagamaan akan sesuai dengan tujuan perayaan hari raya tersebut. Kegiatan ritual Siwaratri mesti dilaksanakan sesuai petunjuk sastra. Di samping itu juga tidak kalah pentingnva yakni merealisasikan makna-makna simbolis yang terkandung didalamnya ke dalam wujud/kehidupan sehari-hari.

20 December 2010

Konsep Ketuhanan dalam Agama Hindu


Wujud TUHAN

Pertanyaan awal yang menarik terkait dengan agama Hindu: Apakah Tuhan Agama Hindu mempunyai wujud? Hal ini terkait dalam sistem pemujaan agama Hindu para pemeluknya membuat bangunan suci, arca (patung-patung), pratima, pralinga, mempersembahkan bhusana, sesajen dan lain-lain. Hal ini menimbulkan prasangka dan tuduhan yang bertubi-tubi dengan mengatakan umat Hindu menyembah berhala.

17 December 2010

KEMBALI KE PANTEISME


Abdullah Maskharah dalam tulisannya "Dialog agama monoteisme dan bantuan Hindu serta Budha" (Satunet 25 February 2000) menyatakan bahwa agama-agama monoteisme Yahudi (Yahudi, Kristen dan Islam) sekalipun mengaku berasal dari sumber yang sama (Abraham) sering terlibat dalam konflik, atau peperangan yang membawa penderitaan panjang bagi umat manusia, karena semangat ekskusifnya yang berlebihan. Disamping itu monoteisme memperkuat arogansi manusia atas alam ciptaan di sekelilingnya dan manusia merasa berhak untuk mengeksploitasi alam secara habis-habisan.

15 December 2010

Alam Semesta Bukan Ciptaan Tuhan?


Tak henti-hentinya, astrofisikawan Stephen Hawking membuat kontroversi. Ada
keyakinannya soal keberadaan alien, juga peringatan bahwa manusia harus
meninggalkan Bumi jika tak mau musnah.

MASUKNYA AGAMA HINDU DI INDONESIA


Berdasarkan beberapa pendapat, diperkirakan bahwa Agama Hindu pertamakalinya
berkembang di Lembah Sungai Shindu di India. Dilembah sungai inilah para Rsi
menerima wahyu dari Hyang Widhi dan diabadikan dalam bentuk Kitab Suci Weda.
Dari lembah sungai sindhu, ajaran Agama Hindu menyebar ke seluruh pelosok
dunia, yaitu ke India Belakang, Asia Tengah, Tiongkok, Jepang dan akhirnya
sampai ke Indonesia. Ada beberapa teori dan pendapat tentang masuknya Agama
Hindu ke Indonesia.